Dia selalu memandang ke sana
Dia selalu memandang kesana, matanya yang indah melihat tak teralihkan, dia seperti mendapat ketenangan, ketika aku melihatnya biasa saja, hanya halaman yang cukup luas anak sekolahan, ada beberapa pohon dan rerumputan hijau tumbuh di halaman itu, sesekali terlihat anak-anak lekaki kecil bermain bola, hingga baju mereka lusuh dan berpeluh, ketika mereka mulai lelah dan menyerah dengan terik matahari mereka merebahkan tubuh mereka di rerumputan hijau, dibawah pohon rindang yang sejuk, terkdang bermain berguling-guling di rerumputan dan bercanda, ada yang masih berguling-guling ada yang sudah duduk-duduk sambil meneguk minuman dari botol nya dengan muka penuh dahaga, dan ketika senja mulai datang mereka pun beranjak pulang. Mungkin baginya pemandangak ini menenangkan atau bahkamenyenangkan, aku tak tahu, aku memang tidak pernah benar-benar mengerti dan mengenal dia, sebab pertemuan kita hanya sementara,perbedaan yang menjauhkan semuanya, dia telah pergi, hanya tersisa kenangan akan hangat senyum dan indah matanya, selamat tinggal kau makhluk terindah yang pernah kutemui.