Pedagogi (Pembelajaran yang aktif dan kreatif)
LAPORAN TUGAS PEDAGOGI KELOMPOK 9 Rinie Indira Nauly 131301066 Lindka Pertiwi 131301068 Devi Silvana 131301072 Sinta Meilastry 131301092 Ibrena Putri 131301112 A. Latar Belakang Pedagogi dikatakan sebagai sebagai pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Anak-anak dianggap belum memiliki kemampuan yang matang untuk mengembangkan potensi yang seutuhnya. Karena ketidakmampuan inilah maka diperlukan peran orang dewasa untuk mengajar dan membimbing anak-anak untuk mencapai potensi diri yang seutuhnya. Kemampuan untuk mengembangkan potensi diri yang seutuhnya disebut sebagai pencapaian kedewasaan. Untuk menjadi manusia yang dewasa yang berkompeten, maka diperlukan pembelajaran-pembelajaran yang berkaitan tentang bagaimana mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di dalam diri anak. Potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan dan dimafestasikan ke dalam kegiatan yang aktif dan kreatif. Hal ini dikarenakan anak-anak adalah masa dimana manusia aktif bergerak dengan intensitas tinggi. Anak-anak cenderung lebih mampu belajar apabila benar-benar aktif merasakan dan berperan serta dengan suatu kegiatan belajar. Manusia yang dewasa adalah dia yang memahami identitasnya sebagai bagian dari suatu negara. Oleh karena itu, sejak dari anak-anak harus sudah dimulai pengenalan tentang identitas negaranya. Dengan mengetahui identitas negaranya, maka kita telah menanamkan dasar rasa nasionalisme sejak dini pada anak-anak. Selain itu kretifitas adalah kompetensi yang juga penting untuk mampu bersaing dengan orang lain. Kreatifitas pun harus mulai dipupuk ketika masih anak-anak. Ketika kesempatan mengembangkan kreativitas telah dipupuk sejak kecil maka kelak ketika dewasa anak tersebut dapat terus terbiasa mengaplikasikan kreativitasnya dalam kehidupan sehari-hari Selanjutnya mengenai bahasa internasional bahasa Inggris, tentulah kemampuan ini sangat diperlukan agar bisa menjadi katalisator bagi anak untuk mengembangkan potensinya di kancah internasional. Belajar bahasa asing pastinya akan lebih sulit untuk dipelajari. Namun mengingat usia anak-anak yang kerap diidentikkan rasa ingin tau yang tinggi, maka sangatlah tepat pembelajaran bahasa inggris dimulai sejak kecil karena disitulah usia awal manusia tertarik dengan bahasa asing. Dengan uraian penjelasan diatas, maka fokus pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran yang mengutamakan keaktifan anak untuk bergerak dan mengembangkan kreatifitasnya. Proses pembelajaran melibatkan tema-tema yang dianggap penting untuk mengoptimalkan kemampuan yang ada di dalam diri anak dan dilakukan dengan cara-cara yang menarik perhatian. B. Landasan teori Dalam melakukan pembelajaran pedagogi ini, kami menggunakan dasar teori scaffolding oleh Lev Vygotsky. Scaffolding adalah suatu teknik ataupun prosedur mengajar yang dilakukan oleh orang dewasa pada anak dengan memberi bantuan di awal pengajaran dengan tujuan kelak anak dapat melakukan hal yang diharapkan secara mandiri. Oleh karena itu dalam setiap kegiatan pemebelajaran yang dilakukan, anak selalu diberikan pengarahan terlebih dahulu tentang bagaimana memahami dan melakukan tugas yang diberikan. C. Alat dan bahan Pertemuan 1 Alat dan Bahan Jumlah Biaya Gambar-gambar atribut negara Indonesia dan dicampur dengan atribut-atribut yang salah 4 lembar kertas A4 X 3 Rp 22.000 Gunting - Reward (jussie + wafer) 3 botol jussie + 2 bungkus wafer Rp 10.000 Total Rp 32.000 Pertemuan 2 Alat dan Bahan Jumlah Biaya Cupcake 4 potong Rp 32.500 Gery pasta rasa cokelat 4 bungkus Rp 3.500 Richeese pasta rasa keju 4 bungkus Rp 3.000 Meses warna-warni 1 bungkus Rp 4.000 Cha-cha 1 bungkus Rp 5.500 Tisu - Piring - Sendok - Reward (susu ultra) 4 kotak Rp 10.000 Total Rp 58.500 Pertemuan 3 Alat dan Bahan Jumlah Biaya Gambar-gambar buah 8 lembar kertas A4 Rp 12.000 Buku tebal untuk menempelkan penjelasan nama-nama buah 2 buku - Lem - Gunting - Reward (jussie + oreo mini + astor mini) 4 botol jussie + 2 bungkus oreo mini + 2 bungkus astor mini Rp 12.000 C. Pelaksanaan Pembelajaran ini dilaksanakan di Jalan Konggo Gang Baru No 120 Desa Sei Semayang, yang dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Pertemuan 1 Pertemuan Pertama Tema: Love Your Country Indikator/Aspek Materi yang akan diajarkan Waktu Materi Media Metode Pelaksanaan Perkenalan Mengembangkan keterampilan kognitif dan psikomotorik anak : ~ Mampu mengenal beberapa atribut negara Indonesia ~ Mengenal warna bendera Memperkenal-kan atribut-atribut negara Indonesia dengan cara bermain game Kami meletakkan atribut-atribut kenegaraaandi atas meja ke dalam tiga bagian, yang dicampur dengan atribut-atribut yang salah (seperti burung kasuari, foto presiden negara lain, bendera negara lain dan foto menara pisa) ~Sebelum memulai permainan, kami menjelaskan dan menunjukkan replika bendera Indonesia, gambar burung garuda, gambar monas, dan foto presiden sebagai bagian dari identitas negara Indonesia. ~ Instruksi selanjutnya adalah setiap anak diminta untuk memilih atribut-atribut yang benar mengenai negara Indonesia ~ Anak yang berhasil paling cepat dan tepat mengumpulkan setiap atribut, diberikan reward yang lebih banyak dari temannya yang lain. Penutup Waktu : Pukul 18.00, Rabu 22 Maret 2015 Durasi : 60 menit Jumlah anak : 3 orang Dengan rincian pembagian tugas sebagai berikut : Mempersiapkan alat dan bahan : Ibrena, Sinta Pengajar : Rinie, Ibrena, Sinta Pembeli reward : Ibrena Dokumentasi : Ibrena, Rinie Pertemuan 2 Pertemuan Kedua Tema: Love Your Friends and Express Your Creativity Indikator/ Aspek Materi yang akan Diajarkan Waktu Materi Media Metode Pelaksanaan Perkenalan Berkarya dan mengembangkan kreativitas membuat kue untuk diberikan kepada temannya. Sekaligus dimaksudkan untuk mengajarkan anak belajar memberi kepada orang lain (teman) melalui karya yang mereka buat. 17.00 – 18.00 cupcake ~meses warna-warni ~ pasta Kami menyediakan cupcake yang akan mereka hias, meses dan cha-cha untuk taburan, dan pasta dua rasa. ~ Kami melakukan demonstrasi bagaimana menghias cupcake tersebut, lalu anak-anak akan diberikan kebebasan untuk menghias cupcakenya dengan kreativitasnya sendiri namun tetap dalam pantauan kami. ~ Cupcake yang sudah dihias akan diberikan kepada temannya dan dibawa pulang Penutup Waktu : Pukul 17.00, Kamis 23 Maret 2015 Durasi : 60 menit Jumlah anak : 4 orang Dengan rincian pembagian tugas sebagai berikut : Mempersiapkan alat dan bahan : Devi, Lindka, Sinta Pengajar : Lindka, Devi Pembeli reward : Sinta Dokumentasi : Devi Pertemuan 3 Pertemuan Ketiga Tema: Fun With English Indikator/ Aspek Materi yang akan Diajarkan Waktu Materi Media Metode Pelaksanaan Pembukaan ~ Memberikan tambahan wawasan pada anak-anak tentang bahasa Inggris Belajar mengenal nama-nama buah dalam bahasa Inggris Pertama kami memberikan penjelasan tentang beberapa buah dan bahasa Inggrisnya sekaligus dengan memberikan contoh gambar buahnya. ~ Lalu kami membuat game dengan membagi anak ke dalam dua kelompok, agar anak dapat berkesempatan mengembangkan kemampuan bekerja sama. ~ Game yang dilakukan yaitu dengan meminta anak-anak untuk menempelkan gambar buah di bawah tulisan nama buah dalam bahasa Inggris. ~ Kelompok pemenang adalah kelompok yang pertama kali mampu menempelkan gambar buah dengan nama yang tepat dan akan mendapat harga reward yang lebih besar. Evaluasi Waktu : Pukul 18.00, Jumat 24 Maret 2015 Durasi : 60 menit Jumlah anak : 4 orang Dengan rincian pembagian tugas sebagai berikut : Mempersiapkan alat dan bahan : Ibrena, Sinta, Lindka, Devi Pengajar : Sinta, Ibrena Pembeli reward : Sinta Dokumentasi : Ibrena, Devi D. Evaluasi Berdasarkan dari pembelajaran yang dilakukan selama tiga kali pertemuan, kelompok dapat melihat antusiasme anak yang ditandai dengan keaktifan anak yang terus meningkat dari hari ke hari dan berdasarkan kedisiplinan anak untuk hadir tepat waktu dalam mengikuti kegiatan belajar. Dalam setiap pertemuan, anak-anak terlihat bersemangat untuk aktif bergerak dan berkompetisi mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Berdasarkan pendapat anak-anak tersebut, mereka paling tertarik dengan kegiatan belajar di pertemuan kedua yaitu menghias kue. Namun yang terpenting adalah ketika kembali ditanyakan seputar materi pembelajaran selama tiga kali pertemuan, mereka akhirnya mampu memahami dan mengingat atribut-atribut negara Indonesia, tahu bagaimana menghias kue sendiri, dan mengingat nama-nama buah dalam bahasa Inggris. D. Saran dan Kesimpulan Usia anak-anak adalah usia dimana seseorang aktif bergerak. Anak-anak cenderung akan lebih mampu belajar melalui keaktifan mereka. Oleh karena itu kelompok kami berpendapat, agar setiap pembelajaran yang dikhususkan bagi anak-anak janganlah hanya menuntut anak untuk duduk manis mendengarkan materi pembelajaran. Namun sebaliknya kegitan belajar tersebut dilakukan dengan mengutamakan keaktifan anak dan tetap mempertimbangkan tema-tema dan cara-cara yang menarik.