Jurnal jalan-jalan
Hari ini, Saya bangun jam setengah 08.00 pagi. Setelah itu siap-siap mau pergi ke ruko vila 5, buat ketemu temen-temen. Sampai disana jam 09 lewatan. Semua sudah datang, ada Andaru, Shanti, Shinta,Ibam dan Zaki. Hari ini kita mau jalan-jalan ke Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah. Rencananya kita bakal naik angkot menuju halte busway UK. Sampai disana kita naik busway dan turun buat transit. Perjalanannya cukup lama. Ga terhitung deh kayaknya berapa kali transitnya (hehehe) Hari ini, Saya bangun jam setengah 08.00 pagi. Setelah itu siap-siap mau pergi ke ruko vila 5, buat ketemu temen-temen. Sampai disana jam 09 lewatan. Semua sudah datang, ada Andaru, Shanti, Shinta,Ibam dan Zaki. Hari ini kita mau jalan-jalan ke Museum Nasional Jakarta atau Museum Gajah. Rencananya kita bakal naik angkot menuju halte busway UK. Sampai disana kita naik busway dan turun buat transit. Perjalanannya cukup lama. Ga terhitung deh kayaknya berapa kali transitnya (hehehe). Pada akhirnya, kita nyampai juga di Museum Nasional Jakarta atau yang biasa di sebut Museum Gajah dikarnakan orang Thailand menghadiahkan Museum ini Patung Gajah dan diletakkan di depan pintu masuk museum, jadi suka disebut Museum Gajah (supaya gampang disebut, kali ya, kan lebih gampang nyebut museum gajah daripada museum nasional jakarta...^^). Mimpi apa saya semalam, di depan gedung museum gajah ini tertempel poster super gede berwarna backround pink (tentu saja, warna kesukaan saya, hehehe) dan bertuliskan Korean Embridory Exhibiton.(wahh tentu saja saya kegirangan melihatnya, dan temen2 sudah menduga bahwa setiap hal yang bertuliskan atau berbau-bau korea pasti seulas senyum terlukis di wajah saya, sampai-sampai mereka pada bilang bus metro mini dan bus pariwisata yang nakring di depan museum adalah bus dari korea, alah, aneh-aneh aja mereka ^^). Begitu masuk ke dalam museum, kita disuruh naroh tas gede-gede dan ga boleh memfoto benda-benda bersejarah yang ada di dalam museum ini (duh sayang sekali, alasan mereka apa yaa?, padahal ada dua tmn kita yang bawa kamera). Setelah kita masuk pintunya, kita langsung ketemu patung gajah gede yang lagi bertapa yang kalo ga salah bernama Ganesha (namanya keren yaa..:) hhehe). Disamping kiri kanannya ada banyak Patung-Patung Hindu, Buddha lainya yang berjejer di dinding. ( seru banget melihatnya, cuman ga jarang kita temuin patung-patung yang udah pada sompel seiring usia mereka, too bad, tp bgs jg g diperbaharui supaya tidak mengurangi sedikitpun nilai sejarah patung-patung itu, mrip banget dengan foto-foto patung yang ada di buku ips sd, smp kita yaa, hiihihi, ya iayalah). Semakin masuk ke dalam semakin banyak kita temuin patung-patung bersejarah dari dalam negri kita ini, sampai susah ngingetin namanya satu-satu. ( negara kita luar biasa yaa ). Terus di ujung gedung lantai dasar, si Ibam, ngeliat pintu masuk berwarna merah kelam di dalamnya (alah merah kelam, masksudnya lampunya kurang terang, kesannya berwarna merah dan remang-remang). Karna mungkin saya berada tak jauh dari Ibam yang sedang ngeliat pintu masuk itu, saya sedang melihat-lihat berbagai patung yang belum di daftar dan masih ditutupi plastik sebagai pelindung (mungkin karna baru dan masih rapuh jadi mesti dibungkus plastik untuk melindungi benda-benda itu, oh ia sebelumnya juga, patung-patung lain ada yang ada nama dan keterangannya dan ada juga yang tidak, sayang sekali ), I bam langsung panggil saya buat liat juga pintu itu, setelah itu kita karna penasaran isinya apa jadi sepakat masuk ke pintu merah itu (lho kok jd pintu merah, hehehe). Begitu masuk, ternyata eh ternyata, isinya benda-benda bersejarah tradisional negara kita Indonesia dari berbagai daerah, dari sabang sampai merauke (hhehehe). Nah kalo ini ngingetin nama-namanya lebih susah lagi sangking banyaknya, tapi jangan diukur betapa puasnya kita semua mengitari gedung museum ini dengan berbagai benda-benda lama bersejarah yang unik-unik dan indah-indah, ada yang karna saking tua umurnya sudah pada lapuk dan patah. Benda-benda yang ada di museum ini selain ga boleh difoto juga ga boleh di sentuh. Setelah puas ngelia-liat benda-benda bersejarah tradisionsl kita, semuanya pada berjalan ke bagian dalam gedung lain. Dipertengahan gedung itu kita langsung ketemu poster yang berukuran cukup besar di atas eskalator bertuliskan Korean Embridory Exhibition. (wahh bahagianya ). Saya langsung brjalan menuruni eskalator ditemani Shinta yang ikut seneng dengan korea karena saya kali yaa (hehehe G,R bgt dh saya, wong Shinta paling suka budaya jepang kok...:), tp jujur saya senang ada yang menemani saya yang heboh banget, kalo gakkan saya malu sendiri, sedangkan teman-teman lain mengikuti kita dari belakang dengan tenang dan santai, sedangkan saya dan shinta berlari-lari menuju pintu masuknya kayak dikejar-kejar hantu, wkwkwkw). Treeeet, langkah kaki saya terhenti melihat di samnping depan pintu masuknya, ada dua karangan bunga dan dua-duanya tertulis tulisan penyambutan dalam bahasa korea.(masa ibam suruh saya baca, mana saya tau, huhh saya kan ga les bahasa jepang kyk mereka makanya saya belum bisa baca bahasa kanjinya Korea) disamping nya ada bapak-bapak gendut yang kayaknya baik, sedang duduk, di depannya ada meja panjang yang diatasnya ada beberapa buku tamu yang bertuliskan nama-nama, alamat email, pengunjung yang datang. Kemudian kita semua mengisi buku itu dengan nama dan alamat kita masing-masing. Di dalamnya indah banget... ada banyak sulaman-sulaman dengan warna-warna terang dan sangat cantik sekali, ada baju-baju tradisional korea dan banyak lagi yang menarik mata dengan warna-warnanya yang bervariasi, (hebat sekali yaa, kok kayaknya mereka melukis dengan cara menyulam yaa, hasilnya indah sekali seperti dilukis padahal disulam pake tangan dalam waktu yang cukup lama lho. Karna boleh foto-fotoan jadi kita semua pada menarsiskan diri dan terbukti yang mendapatkan award ternasis di jalan-jalan di museum....adalah Andaru dan Zaki..plok plok plok (tepuk tgn). Ooo ia disana juga ada seorang ibu yang menyelenggarakan acara ini dan sedang menyulam bersama para teman-temanya, mereka memakai baju tradisional korea yang sangat cantik lho. . Disana aku ketemu ibu-ibu yang sedang berbicara dengan bahasa korea, wahh mendengar mereka berbicara dalam bahasa korea seperti mendengar dan melihat mereka dalam serial drama, film-film mereka, bahagia sekali diriku . Aku mau fotoan sama mereka, minta tolong dibantuin ngomong bahasa inggris dengan kak Ef, tp sayangnya mereka ga mau, mereka bilang kenapa kita ga minta fotoan aja sama ibu-ibu yang berpakaian baju tradisional korea dan yang menyelenggarakan acara ini. Ibu-ibu itu betul juga ya kata kak ef. terus setelah selesai liat-liat di Korean Embridory Exhibition ini, juga ternyata, disini boleh foto-foto lho (syukurlah). Sesi terakhir aku minta tolong kak Ef buat fotoin aku dengan ibu-ibu yang sedang mnyulam dan berpakaian baju tradisional korea, tentu saja bukan mereka yang sedang disyuting dan di wawancarai sebuah channel televisi. Melainkan yang sedang menyulam. Aku ketemu seorang ibu yang mukanya korea banget (alah, yaiyalah kalo ga namanya dia bukan orang korea,,hihihi). Ibunya cantik dan baik banget tapi kurang ngerti bahasa inggris dan ga bisa bahasa Indonesia. Terus aku minta fotoan dan shinta juga jadi ikutan. Tau-tau salah satu ibu bilang “kamu mau fotoan dengan dia karna dia cantik yaa dan saya tidak” (dalam bahasa korea, diartikan oleh seorang cewek pewawancara, diartikan dlm bhs inggris). Tapi pertamanya kak ef g ngerti jadi kita cuman bisa senyum-senyum aja.yang ngerti ternyata cuman Bu Tia aja, huhh dasar. Akhirnya kita juga fotoan dengan ibu yang itu.( padahal kita bukan ngeliat dari cantiknya, siapa aja yang mau foto, aku dan kak ef akan seneng sekali, jadi maaf ya buu kalo tersinggung, kalo aku ngerti dy bilang apa, bukan aku akan bilang, Mianhe, ternyata mereka agk sensi juga ay kayak ak, hehehe ). Abis itu kita berjalan naik eskalator dan berjalan menuju arah lain dan memasuki tempat tentang manusia purba.terus kita naik ke atas dan ketemu bagian tentang teknologi, emas, dan lain-lain. Duhh perut kita semua sudah kriuk-kruk karna kelaparan dan kaki kita rasanya sudah mau copot semua. Jadinya kita memutuskan menyelesaikan jalan-jalan di museum ini karna sudah kelelahan.dan next stop kita yang terdekat buat makan adalah menuju sarinah. Karna capek jadi kita bukan naik busway melainkan naik 2 taksi, dibagi beberapa orang. Sampai halte sarinah, di depan mall sarinah. Kita berhenti, msk mallnya dan turun eskalatotr dan masuk di food court sarinah. Disana kita ngadem dan makan-makan. Setelah kita kenyang perjalanan berlanjut ke monas. Di monas, sebelum naik ke puncaknya, kita melihat-liat, miniatur-miniatur, mulai dari manusia purba sampai zaman perang dan saat-saat kemerdekaan kita. Hampir semua ada disana dan dibahas singkat dan jelas.semua nya ada di buku ips kita juga lho,tapi lebih seru dateng ke monas dang ngeliat langsung peristiwanya lewat miniatur-miniatur yang kocak ini. . Karna aku belum shalat jadi mereka pada nungguin aku shalat. Tapi sayangnya jadi ga bisa naik ke atas lagi pula jauh sebelum kita selesai ngeliat-liat miniatur ini, jam tiga sore pintu buat naik ke puncak monas sudah ditutup sedangkan museumnya ditutup jam lima sore. (gpp ya, tmn2 kan masih ada next time ). setelah itu ternyata anak-anak vilani masih pada mau jalan-jaln lagi, terutama Shinta (wahh senangnya Shinta mau ikutan jalan dengan kita , dan sepertinya hari ini dia sangat senang, apalagi masih mau jalan, terima kasih Shinta. Sudah mau ikutan kita jalan-jalan, seru kan!)^^. (ibam kelihatannya juga senang, pdhl mrk berdua masih baru lho masuk kelompok anak-anak tumbuh,peningkatan nya dari dulu sampai sekarang trnyata banyak yaa, hehehe two thumbs up buat kalian berdua).ooo ia, kita jadinya jalan-jalan lagi ke ratu plaza.(sebenernya males banget, karena tampang muka udah kucel banget..tp ya sudah lah gpp, wong cuman mau ke gramedia aja tujuannya buat baca). Sampai gramedia semua sudah berpencar mencari buku-buku di bagian-bagian favorit masing-masing. Tapi pada g sempat lama buat baca karna ga cukup waktunya. Buku-bukunya lumayan bagus tapi harganya terlalu mahal dan orang-orangnya pun kurang ramah jadi ga ada yang beli buku. Kecuali ibam dan shinta yang beli komik aja. Setelah itu Bu Tia dan Ari sudah di bawah dan suruh kita pulang. Andaru, saya, Shanti langsung naik ke atas, tau-tau ketemu Ibam, Shinta dan Zaki. Setelah itu kita nyari kak ef yang ternyata lagi baca novel, terus kita ajak pulang.sampai rumah ketemu bu Tia dan Ari setelah itu kita berjalan sama-sama buat pulang. Kita mesti jalan kaki dulu ke halte bundaran HI, supaya bisa naik busway. Tapi di tengah jalan si Zaki tumbang karna kakinya ngilu. Dia dipijitin diberi semangat oleh teman-teman dan setelah itu jalan lagi. Ga taunya ternyata Shinta juga kakinya kesakitan. Begitulah semua kaki-kaki pada kesakitan. Hingga kita sampai halte bundaran HI.kita naik busway dan sama-sama pulang, eh kecuali kak ef karna kak ef tinggalnya di jakarta. Terima Kasih banyak buat semua temen-temen Andaru,Ari, Saya sendiri (hehehe), Shanti, Shinta, Ibam dan Zaki. Juga terima kasih sangat banyak dari kami anak-anak vilani buat Bu Tia dan Kak Efrata atas jalan-jalan yang menyenangkan dan melelahkan ini. Maaf kalo ada kesalahan kata, kekurangan data, kurang lengkap dan jika ada yang menyinggung atau berlebihan mohon dimaafkan . saya berusaha semoga lain kali lebih bagus^^. Ok! Sampai sini ya jurnal jalan-jalannya anak-anak vilani, sampai ketemu di jurnal jalan-jalan lain, nanti-nanti. Assalammualaikum Wr.Wb.