masa-masa sekolah (wajib baca!hehehe comment orlike jg)
Ada saat aku ingin sekolah, seperti anak-anak normal lainnya yang punya berbagai warna dan perasaan di masa sekolah, ada yang tersiksa, bahagia, malu, merasa bersalah, benci kesal, tak tertandingi, tunduk pada yang lebih tua, menyenangi mengerjai anak lain, mau gila sampai bunuh diri. Tak selesai hanya muid-muridnya juga ada guru-guru yang kasar, kejam, pemaksa, tidk sabar, tidak punya nurani, memperlakukan anak-anak manusia seperti robot, pemukul, pelaku pelecehan , contoh yang tidak baik, sangat mendukung, penyayang, pendengar, sabar, pelindung, tegas hingga korupsi. Tak hanya itu yang sangat Ada saat aku ingin sekolah, seperti anak-anak normal lainnya yang punya berbagai warna dan perasaan di masa sekolah, ada yang tersiksa, bahagia, malu, merasa bersalah, benci kesal, tak tertandingi, tunduk pada yang lebih tua, menyenangi mengerjai anak lain, mau gila sampai bunuh diri. Tak selesai hanya muid-muridnya juga ada guru-guru yang kasar, kejam, pemaksa, tidk sabar, tidak punya nurani, memperlakukan anak-anak manusia seperti robot, pemukul, pelaku pelecehan , contoh yang tidak baik, sangat mendukung, penyayang, pendengar, sabar, pelindung, tegas hingga korupsi. Tak hanya itu yang sangat mempengaruhi hidup anak tapi juga orangtua(sangat berpengaruh) yang banyak macam sifatnya, baik dan buruk. Kehidupan rahasia para remaja juga begitu berwarna dari yang terburuk hingga yang biasa saja, ada yang pacaran berlebihan, yang hanya saling smsan dan banyak lagi, rasanya iri dengan yang punya masa-masa sd,smp dan sma yang bahagia (maksudnya punya banyak teman dan pacar ganteng hehehehe^^), berbeda dengan ku yang sudah memilih jalur homeschooling, aku terlalu takut dihadapkan dengan hutan alias sekolah, aku memilih jalan ku sendiri dengan berbagai resiko kesepian, terasingkan didalam pilihanku ini, aku bukan anak normal dan tidak pernahm enjadi anak normal lainnya, mungkin sebagian merasa bahagia, namun bagiku hanya terasa perih dan trauma yg tak pernah menghilang dari hidupku, ada saatnya teguh pendirian pada homeschool ada saatnya pendirian itu memudar dan ada saatnya teguh lagi. Dari semua keburukan sekolah-sekolah kita , aku ragu apakah masih ada yang baik? ? , apakah sekolah sudah seperti hutan? ? melakukan berbagai cara untuk selamat, berkompetisi mati-matian untuk menjadi sang pemimpin hutan dan menerima kekalahan, karna jika tidak menjadi nomer satu sama dengan mati. Semua ini membuat aku bertanya kembali tentang tujuan dibuatnya sekolah? ? apakah pemimpin-pemimpin sekarang yang diharapkan memimpin negri ini? ? bukankah seharusnya saat di sekolah kami didukung, disayangi, didengar, diarahkan dengan tegas bukan dipukul dan dibentak, bisakah pelajaran kami ini dibuat lebih menyenangkan agar nanti bisa kami manfaatkan demi masa depan hidup kami kelak, lantas apa yang akan kami beri tahu jika kami punya anak nanti? ? apa yang akan kami beri pada orang lain dan bumi ini? Bukankah seharusnya senyuman, bukan tangisan, bukan kah harusnya perjuangan bukannya minta diberitahu, bukankah semestinya semangat hidup bukannya keinginnan bunuh diri, bukan kah sepantasnya kasih sayang bukan malah benci, manusia telah rusak oleh manusia itu sendiri, tak hanya yang sudah tua juga kami anak-anak yang seharusnya lebih baik tapi makin parah. Orang tua di seluruh dunia, para guru,dengar, baca, kata-kata dari hatiku, juga dari teman-temanku di sekolah-sekolah yang mungkin hanya dapat merasa tanpa mampu berkata-kata, biarkan aku yang mewakili mereka, karna ini kenyataan pahit dunia ini, dan yang salah kita semua maka yang mampu memperbaikinya kita juga.